Wednesday, December 12, 2007

Tuesday, December 11, 2007

WARNING: Robbery Tactic


Low Break Fluid Level Warning


November 19, 2007 04:47 PM Author: Chips

“Hey, brake awak sudah pecah, minyak keluar (your brake is broken and oil is coming out)!” Normally, a warning like that from another motorist would alarm you and you would immediately stop and jump out to look. But these days, that’s not such a wise idea, even if you are worried about the brakes leaking. This is because one of the tactics of robbers now is to use that warning to make you stop and get down – as this writer discovered this afternoon. Fortunately, however, I am not an average motorist who doesn’t know a lot about cars and whose first two thoughts were: “brake leaking… why didn’t the warning light come on?” and “two guys on a motorbike… be careful!”.

Fortunately, the second thought made me hesitate about getting down and in fact, even when they (two Indians on a motorbike) drew alongside me in the jam along Jalan Syed Putra, Kuala Lumpur, I only wound down the window a bit to ask them what they were saying. As I stopped the car, I was still thinking about the absence of a warning light which would normally come on because a leak will drop the brake fluid level and the sensor (which most cars have) will pick it up.

As I pulled over, the two guys stopped their motorcycle in front of me and the tall pillion rider got down (which also struck me as suspicious because most people usually shout a warning and then go off). It could be that because they were both wearing dark blue shirts with a Shell logo, they expected that unsuspecting motorists would let their guard down thinking they were mechanics. Anyway as the tall guy was getting down, I noticed that in his hand was a small container (like an Eye-mo bottle) and that immediately stopped me from getting out. I immediately drove off and kept an eye in the mirror but didn’t see them following me.

I drove on looking for a spot with plenty of people so that I could check on the front wheel and turned into the carpark at Muzium Negara. I was still alert for the possibility that they followed me so I quickly ran to the front to check – no oil, nothing visibly wrong – and as I rushed back to the door, around the corner they came! I jumped in and they did a u-turn and went off.

So be alert for this tactic which may be a new one. They may not want to hijack the car and probably just want to steal things and that container may have soapy water or something that can burn your eyes and as you are blinded, they open the doors and steal whatever they can find. So whatever you do, don’t get down and don’t stop further along thinking it is safe. If it is a brake problem, just drive carefully till you get to somewhere that has security guards nearby. And it is best not to head straight for home because you never know if they may still be following you, determined to rob you (hopefully, you were an unlucky random choice).

While on the subject of modus operandi, as the police have warned, be alert when you are rammed from behind and don’t get down. Drive to a police station to make your report – you are not committing an offence if no one has been injured and you can tell the police you were suspicious of the car that rammed you. Also, do not think that if there is just one person in the car that rammed you, it is safe because there have been reported cases where another car comes up and stops ahead and two guys get out with parangs and do their nasty things. You also need to be alert for the possibility that if you are talking to one of them one one side from inside the car, it is not safe because the others can smash the glass on the other side and grab you.

Sadly, it’s a dangerous world we live in these days and being alert and staying calm enough to be able to recognise danger signs is critical.

Saturday, December 8, 2007

Anjing-anjing Neraka

Sabda Rasulullah s.a.w. kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

· Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.

· Bacalah Al-Quran

· Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.

· Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.

· Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.

· Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.

· Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

· Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.

· Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.

· Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."
Sabda Rasulullah s.a.w., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."
Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?" Sabda Rasulullah s.a.w., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah s.w.t."

Thursday, December 6, 2007

Kisah Rintihan Roh


Diriwayatkan: “Jika roh telah keluar dari tubuh manusia dan telah lewat tiga hari, maka roh itu berkata: “Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku sehingga aku berjalan dan melihat tubuhku yang dahulu aku berada di dalamnya.” Maka Allah memperkenankan kepadanya. Lalu ia datang ke kuburnya dan melihat kepadanya dari jauh. Kedua lubang hidungnya dan mulutnya mengalir darah. Maka ia menangis dengan suatu tangisan yang cukup lama. Lalu ia merintih, aduuuh hai tubuhku yang miskin, wahai kekasihku. Ingatlah akan hari kehidupanmu. Rumah ini adalah rumah serigala, bala bencana, rumah yang sempit, rumah kesusahan dan penyesalan.

Setelah lewat lima hari roh berkata: “Wahai Tuhanku, perkenankanlah aku untuk melihat tubuhku.” Maka Allah memperkenankannya. Lalu ia datang ke kuburnya dan melihat dari jauh. Dan mengalirlah kedua lubang hidung dan mulutnya berupa air nanah.

Firman Allah SWT bermaksud:
“Mereka tidak dapat berbicara pada hari roh (Jibril atau ruhul qudus) dan para malaikat berdiri dengan berbaris.”
( An-Naba’: 38)

Disebutkan dalam satu keterangan, bahawa yang dimaksud roh itu adalah rohnya anak Adam (manusia), dan keterangan yang lain mengatakan bahawa roh itu adalah rohnya malaikat Jibril as. Juga ada keterangan yang menyebutkan bahawa roh itu adalah rohnya Nabi Muhammad SAW yang berada di bawah Arasy, ia minta izin dari Allah di malam Lailatul Qadar untuk turun memberikan salam penghormatan kepada seluruh mukminin dan mukminat dan roh itu berjalan melalui mereka.

Ada pula yang menyebutkan bahawa roh itu adalah rohnya para kerabat yang sudah mati, mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, semoga Engkau memperkenankan kami untuk turun ke rumah-rumah kami, sehingga kami melihat anak-anak kami dan ahli-ahli kami. Maka roh-roh itu turun pada malam Lailatul Qadar.

Sebagaimana Ibnu Abbas ra mengatakan: “Jika datang Hari Raya, hari Asyura’, hari Jumaat yang pertama dari bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, Lailatul Qadar, dan malam Jumaat, roh-rohnya para mayat semua keluar dari kubur mereka dan mereka semua berdiri di pintu-pintu rumahnya seraya berkata: “Belas kasihanlah kamu semua kepada kami di malam yang berkah ini dengan sedekah satu suap, sebab kami memberikan sedekah. Jika kalian bakhil dengan sedekah, dan kamu sekalian tidak mahu memberikannya, maka hendaklah kalian mengingat kami dengan bacaan surah Al-Fatihah di malam yang penuh keberkahan ini.

Adakah seorang telah belas kasihan kepada kami, apakah dari salah seorang ada yang mengenangkan ratapan kami wahai orang yang menempati rumah-rumah kami, wahai orang yang menikmati wanita (isteri kami), wahai orang yang berdiri memperluas mahligai kami yang sekarang kami dalam kesempitan kubur kami, wahai orang yang membagi harta benda kami, wahai orang.yang menyiakan anak yatim kami. Adakah salah seorang dari kamu sekalian ada yang mengenang perantauan kami? Buku amal kami dilipat dan kitab amal kalian dibuka. Dan bukanlah bagi mayat yang berada dalam liang kubur melainkan pahalanya. Maka janganlah kalian melupakan kami dengan sebuku rotimu dan doamu, sebab kami orang-orang yang berhajat kepada kamu sekalian, selama-lamanya.

Jika mayat memperoleh sedekah dan doa dari mereka maka ia kembali dengan riang gembira, dan jika ia tidak memperoleh maka ia pulang dengan sedih dan duka serta terhalang, dan putus asa dari mereka.
Telah diterangkan, bahawasanya roh dalam perkumpulan haiwan tidak dalam seluruh tubuh, tapi ia dalam satu bahagian dari beberapa bahagian yang tidak dapat ditentukan dengan dalil. Bahawasanya seorang dilukai dengan luka-luka yang banyak maka ia tidak mati. Dan ia dilukai dengan luka-luka satu maka ia menjadi mati. Sebab luka itu jika menimpa pada tempat di mana roh bertempat di mana roh di dalamnya, dan bahawasanya roh bertempat pada seluruh tubuh dan bahawasanya mati itu dalam seluruh tubuh, maka Firman Allah SWT menunjukkan:
Katakanlah: “la akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.”
(Yaa Siin: 79)
Jika dikatakan, apakah bedanya antara roh dengan rawan? Maka kita katakan hahwa keduanya adalah satu. Keduanya tidak ada perbedaan, sebagaimana tubuh serta tangan adalah menjadi satu. Cuma kalau tangan dapat bergerak kesana kemari tapi kalau tubuh sama sekali tidak bergerak. Demikian pula rawan kesana kemari tapi sama sekali tidak bergerak.

Kemudian mengenai tempatnya roh di dalam tubuh tidak dapat ditentukan. Adapun tempatnya rawan di antara kedua alis. Maka jika roh itu hilang seorang hamba menjadi mati, dan jika rawan hilang ia menjadi tidur. Sebagaimana air yang dituangkan qas’ah dan ditaruh di rumah ada matahari yang sinarnya melalui lubang atap dan qas’ah itu tidak bergerak dari tempatnya.

Maka demikian halnya roh bertempat di dalam tubuh dan pusatnya berada di Arasy. Adapun rawan melihat dikala bermimpi dan ia berada di alam malakut.

Adapun tempatnya roh setelah dicabut, ada diterangkan bahawa tempatnya disengkala yang didalamnya terdapat lubang sejumlah bilangan haiwan-haiwan yang dijadikan sampai hari kiamat. Jika ia mendapat kenikmatan berada di situ dan jika mendapat azab maka di situ pula.

Ada disebutkan bahawa roh-roh para mukminin berada dalam telur burung yang hijau di syurga iliyyin, adapun rohnya orang-orang kafir berada dalam telur burung yang hitam di neraka. Dan ada dikatakan bahawa rohnya para mukminin ketika dicabut, maka para malaikat rahmat sama mengangkat membawa naik roh ke langit yang tujuh dengan memuliakan dan mengagungkan. Kemudian dipanggil Zat pemanggil dari sisi Allah yang Rahman: “Hendaklah kamu semua menulis roh itu dalam Illiyyin lalu kembalikanlah ke bumi.”

Maka mereka mengembalikan roh seorang mukmin ke dalam tubuhnya dan ia dibukakan pintu syurga, ia melihat tempatnya di syurga sampai datangnya hari kiamat.

Dan bahawasanya rohnya orang-orang kafir sewaktu dicabut maka para malaikat azab sama membawa naik roh itu ke langit dunia. Maka ditutuplah pintu-pintu langit yang lain dan ia diperintah mengembalikan ke tempat berbaring tubuhnya, kuburnya disempitkan dan ia dibukakan pintu neraka. Oleh kerananya ia melihat tempat kediamannya kelak sampai datangnya hari kiamat. Dalam hal ini sebagaimana pernah disabdakan Nabi SAW, sehingga bahawasanya mereka mendengar suara sandal-sandal kalian, hanya saja mereka terhalang dari berkata.

Sebahagian Hukama’ ditanya tentang tempat roh-roh setelah mati, maka ia menerangkan sebagai berikut:

    1. Bahawasanya roh-roh para Nabi berada dalam Syurga Adn, ia berada dalam liang yang menyenangkan tubuhnya. Adapun tubuh bersujud kepada Tuhannya.
    2. Roh-roh para Syuhada berada di syurga Firdaus, pada tengahnya syurga itu berada dalam telih burung yang hijau yang terbang di syurga sekehendak hatinya. Kemudian datang keqanadil yang digantungkan di Arasy.
    3. Adapun roh-rohnya anak-anak kecil yang Islam berada dalam telih burung pipitnya Syurga.
    4. Roh-rohnya para anak-anak musyrik berputar-putar di syurga dan ia tidak punya tempat, sampai hari kiamat. Lalu mereka melayani para mukminin.
    5. Roh-rohnya orang-orang mukmin yang mempunyai hutang dan aniaya digantung diangkasa. Ia tidak sampai ke syurga dan tidak pula ke langit sampai ia membayar hutangnya dan penganiayaannya.
    6. Roh-rohnya orang-orang Islam yang berdosa diazab dalam kubur beserta tubuhnya.
    7. Roh-rohnya orang-orang kafir dan munafik dalam penjara neraka Jahannam dipintakan diwaktu pagi dan petang.

    Dan disebutkan, bahawasanya roh adalah merupakan jisim yang halus. Oleh kerana itu tidak dapat dikatakan jika Allah itu mempunyai roh. Sebab mustahil kalau Allah mempunyai tempat seperti jisim-jisim. Dan dikatakan bahawa roh adalah merupakan sifat dan dikatakan pula kalau ia pecah jadi angin, maka kedua perkataan ini adalah perkataannya orang yang mengingkari adanya seksa kubur.

Ada diceritakan, bahawasanya seorang Yahudi datang kepada Nabi SAW, maka mereka bertanya kepada baginda tentang roh dari Ashabi Raqim dan dari Raja Dzil Qarnain. Dengan perdebatan Yahudi itu maka turunlah surah Al-Kahfi.
Dan diturunkan tentang haknya roh adalah Firman Allah SWT.

    “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh, katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhanku.”
    (Yaa Siin: 79)

Lelaki yang dijanjikan syurga

Suatu malam selepas solat Isya' Rasulullah s.a.w lalu memegang tangan seorang lelaki penduduk asal kota Madinah lalu berkata. "Saya ingin memperkenalkan kepada kamu semua, ini dia lelaki calon penghuni syurga".

Antara sahabat yang ada waktu itu, adalah Anas bin Malik dan Abdullah bin Umar. Semua sahabat yang mendengarkan pangakuan Rasulullah ini begitu tertarik sekali terutamanya Abdullah sehinggakan beliau sanggup meminta kebenaran dari lelaki itu untuk bermalam selama 3 malam semata-mata kerana ingin menyelidiki apakah amalan yang telah dikerjakan olehnya sehingga Rasulullah sendiri telah membuat jaminan untuknya.

Pada malam pertama Abdullah berpura-pura tidur lebih awal kerana ia ingin berjaga ditengah malam nanti. Lelaki ini juga turut tidur bersebelahan dengannya dan diwaktu tengah malam Abdullah lihat lelaki ini bangun dengan menyebutkan nama Allah kemudian ia membalikkan badannya dan setelah itu ia terus tidur kembali. Begitulah juga dengan malam kedua dan ketiga, ia terus tidur sampai kepagi. Sebenarnya, tiada apa-apa amalan sunat pun yang dikerjakan olehnya tetapi mengapa pula Rasulullah membuat jaminan sedemikian.

Tanya Abdullah kepada lelaki itu, "Wahai saudaraku, beritahulah kepadaku apakah amalan yang telah kamu kerjakan sebenarnya?", rayu Abdullah kepadanya. Jawab lelaki ini, "Sememangnya tiada apa-apa amalan istimewa pun yang telah aku kerjakan seperti yang telah tuan saksikan selama 3 malam di sini, hanya itulah amalanku. Tetapi disamping itu aku tidak pernah sedikit pun menyimpan PERASAAN DENDAM, IRI HATI ATAU HASAD DENGKI pada sesiapa pun". "Rupanya itulah amalan mulia engkau selama ini, dan mulai saat ini aku juga berjanji tidak akan menyimpan perasaan iri hati atau dendam pada sesiapa pun. Aku juga mahu menjadi calon penghuni syurga sepertimu".

Alangkah bahagia kita, jika kita juga perolehi kedudukan seperti lelaki ini, tetapi mampukah kita, menahan diri dari segala perbuatan dengki dan hasad serta segala penyakit jiwa yang lain. Bukan sekadar lelaki yang mampu mendapat tempat di syurga hanya melalui amalan yang sedemikian, malah kaum wanita lebih beruntung dan lebih terbuka luas peluang kita untuk melimpahi syurga Allah hanya dengan berlaku TAAT KEPADA ALLAH TERHADAP SURUHAN DAN LARANGANNYA, SERTA PELIHARALAH KEHORMATAN DIRI.

Bersyukurlah kerana kita dilahirkan sebagai seorang Muslim, dan berkembang dibawah kepompong agama Islam, janganlah disiakan segala pemberian Allah dengan melupakanNya serta bajailah hati agar hidup sihat dan tidak dijangkiti penyakit jiwa dengan mebasahkan ia sentiasa dengan kalimah-kalimah Allah serta Al-Quran kurniaannya.